Sungai Sagea di Halteng Diduga Tercemar, Mahasiswa: Tambang Bukan Solusi

Sungai Sagea di Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Sungai penyangga utama kebutuhan warga ini diduga alami pencemaran akibat laju aktivitas tambang. Foto: Adlun Fiqri/warga Sagea

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (Gamhas) menggelar aksi terkait perubahan warna air sungai di Desa Sagea dan Kiya, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Rabu malam, 16 Agustus 2023.

Komite Gamhas, Irfandi R. Mansur, mengatakan fenomena perubahan warna air menjadi keruh kecoklatan di sungai Sagea, Halmahera Tengah, baru sekali terjadi, tepatnya pada 14 Agustus 2023.

Meski pernah berubah warna karena faktor hujan selama beberapa hari. Namun, ini untuk pertama kalinya warna sungai Sagea menjadi lebih keruh dan tampak pekat kecoklatan.

“Sungai Sagea merupakan salah satu sungai yang terhubung langsung dengan sungai-sungai kecil yang hampir semua masuk dalam wilayah konsesi tambang, itu artinya perubahan warna air di sungai Sagea diduga kuat karena adanya aktivitas industri pertambangan di Halmahera Tengah, sebab fenomena ini baru sekali terjadi setelah kehadiran industri pertambangan,” ucap Irfandi.

Baca Juga:  Tanpa Papan Proyek, Pekerjaan Saluran Air di Ternate Ini Dikeluhkan Warga