News  

Ketika Lalampa Jadi Primadona Takjil di Ternate

Kudapan khas Maluku Utara, lalampa, sering jadi menu andalan berbuka puasa. Foto: Faris Bobero/cermat

Ramadan 1447 Hijriah kini kini memasuki hari ketuju. Geliat perburuan ragam jenis takjil di Kota Ternate, Maluku Utara, juga makin kompetitif.

Meski ada banyak varian takjil, beberapa jenis kudapan tradisional nyatanya masih tetap menjadi menu favorit warga saat berbuka puasa.

Berdasarkan pantauan cermat pada Rabu, 25 Februari 2026 pada sejumlah pusat dagangan takjil, kudapan jenis lalampa ternyata mendominasi daya beli konsumen.

Baca Juga:  Imbas Minyak Tanah Langka, Motoris Speedboat di Ternate Mengeluh Pendapatan Tak Stabil

Para pedagang mengaku mampu menjual hingga ratusan lalampa hanya dalam hitungan jam.

Kawasan Dufa-dufa Ternate, misalnya, aktivitas jual beli takjil tampak sangat padat. Salah satu pedagang mengungkapkan bahwa stok lalampa dan kue sus selalu ludes setiap hari.

“Setiap hari habis. Paling banyak dicari itu lalampa, kue sus, ada juga pisang cokelat. Kalau untuk kue yang agak berat seperti lontar, tarsus, dan roti juga tetap ada peminatnya, tapi yang paling cepat dibeli itu Lalampa,” ujarnya.

Baca Juga:  International Conference ICNREC 2024 Digelar, Bahas Tantangan dan Peluang Industri Kelapa Sawit Indonesia

Kondisi serupa terlihat di Kelurahan Kampung Makassar Barat. Di tempat ini, ketersediaan kue terbilang fantastis. Untuk satu jenis kue seperti lalampa saja, stok yang disediakan berkisar antara 400 hingga 500 biji per hari, dan seluruhnya habis terjual sebelum waktu berbuka tiba.

Kawasan Landmark dan Falajawa, tren konsumsi masyarakat tidak jauh berbeda. Meski pilihan menu lebih beragam, lalampa tetap di urutan teratas daftar belanjaan warga.

“Selain kue sus dan lalampa, variasi gorengan seperti jalankote juga tetap jadi pelengkap wajib. Tapi kalau ditanya mana yang paling cepat habis, ya tetap dua itu (lalampa dan sus),” ungkap salah satu penjual di Falajawa.

Baca Juga:  STQ Pulau Taliabu Resmi Digelar

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun tren kuliner terus berkembang, lidah masyarakat Ternate tetap setia pada cita rasa klasik.

Lalampa dengan aroma khas daun pisang dibakar serta kue sus yang manis gurih, tampaknya belum tergoyahkan sebagai “raja” di meja berbuka puasa.

Lalampa merupakan camilan tradisional khas Maluku Utara yang terbuat dari beras ketan dan tuna suwir. Cara pembuatannya dibungkus daun pisang, diolesi minyak, lalu dibakar, menghasilkan aroma wangi yang khas. Lalampa sering menjadi takjil favorit Ramadan.

Baca Juga:  Kepulauan Sula Targetkan Angka Nasional Penurunan Stunting 2024