Surat Tentang “Orang Buangan”

Budi Janglaha, saat tampil di Festival Kampung Nelayan Tomalou, membawakan lagu ciptaannya yang bercerita tentang nelayan Tidore itu. Foto: Faris Bobero/cermat

Si Wanita mengungkapkan sempat marah atas keputusan yang dianggap tak adil itu. Ia menilai keputusan pindah tugas karena perbedaan politik suaminya adalah keputusan paling konyol sepanjang ia berkarir sebagai abdi negara. Tapi ia kemudian memilih untuk tak ingin larut dan berdamai dengan perasaan itu. Baginya terus larut dalam perasaan atas keputusan yang dianggap tidak adil itu, hanya akan membuatnya tak bisa berpikir jernih dan bisa mempengaruhi semua keputusan hidupnya.

Karenanya ia tetap bekerja dan menghilangkan rasa dengki, iri hati dan marah. Ia bekerja seperti biasa, dan tidak ingin terus mengeluh. Melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara, meski teman dan lingkungan tempatnya bekerja telah berubah. Ia memutuskan untuk menikmatinya hingga satu periode lamanya.

Baca Juga:  Perempuan dan Budaya Digital